wkwkwkk....lucu sekali, kita semua ni tidak tau apa-apa sebenarnya. puncak tertinggi di dunia tak diukur dari dasar lautan.
tapi untuk mulai makan sebelum (benar-benar) lapar dan berhenti sebelum
(benar-benar) kenyang, memang sesulit mengendalikan diri untuk tidak
memaksakan pendapat.
ini masalah ego. tapi begitulah. orang lain pun tak lebih baek daripada awak. kek gitulah cara awak membela diri. ego lagi.
medan 151106
Thursday, November 5, 2015
Wednesday, November 4, 2015
dumb pigheaded and easily gets mad
try not to stare at the sky when passing hundreds of people who stare at the sky.....
just try not to, even though they staring and whispering, "there's nothing up there, ....there's nothing up there, .....there's nothing up there."
i bet the question you'd pop would sound like this: "what is it? what is up there?", staring at the sky.
still, we'd like to get some clarification, asking,"what is it, really, but, there's nothing up there?"
---
leave some doubt that we are dead right, then we might become a philosopher who keeps questioning everything certain or at least we might not becoming somebody who is pigheaded, dumb and easily gets mad.
...then we might start listen to others.
just try not to, even though they staring and whispering, "there's nothing up there, ....there's nothing up there, .....there's nothing up there."
i bet the question you'd pop would sound like this: "what is it? what is up there?", staring at the sky.
still, we'd like to get some clarification, asking,"what is it, really, but, there's nothing up there?"
---
leave some doubt that we are dead right, then we might become a philosopher who keeps questioning everything certain or at least we might not becoming somebody who is pigheaded, dumb and easily gets mad.
...then we might start listen to others.
orang dungu, degil dan selalu benar
coba saja tidak melihat ke langit waktu melewati seratus orang yang semua menatap ke langit....
coba saja, walau mereka menatap ke langit sambil bergumam, " tidak ada apa-apa di sana,.... tidak ada apa-apa di sana, ....tidak ada apa-apa di sana."
taruhan, pertanyaan yang akan kita ajukan adalah: "ada apa? ada apa di sana?", sambil ikut menatap ke langit.
lalu kita akan bertanya untuk menegaskan, "ada apa sebenarnya, kan tidak ada apa-apa di sana?"
--
sisakan sedikit keraguan bahwa kita ini pasti benar, lalu mungkin, kita bisa jadi ahli filsafat yang selalu bertanya atau setidaknya tidak jadi orang yang degil dan dungu dan gampang marah.
..lalu kita mungkin bisa mulai mencoba mendengarkan orang lain.
coba saja, walau mereka menatap ke langit sambil bergumam, " tidak ada apa-apa di sana,.... tidak ada apa-apa di sana, ....tidak ada apa-apa di sana."
taruhan, pertanyaan yang akan kita ajukan adalah: "ada apa? ada apa di sana?", sambil ikut menatap ke langit.
lalu kita akan bertanya untuk menegaskan, "ada apa sebenarnya, kan tidak ada apa-apa di sana?"
--
sisakan sedikit keraguan bahwa kita ini pasti benar, lalu mungkin, kita bisa jadi ahli filsafat yang selalu bertanya atau setidaknya tidak jadi orang yang degil dan dungu dan gampang marah.
..lalu kita mungkin bisa mulai mencoba mendengarkan orang lain.
Tuesday, November 3, 2015
dari awal kita sudah tahu akhir cerita sedih.
di sudut, oh, bukan di tepi jalan...
begitu biasanya cerita dimulai untuk menunjukkan keterasingan atau sesuatu yang dipinggirkan.
begitu biasanya cerita dimulai untuk menunjukkan keterasingan atau sesuatu yang dipinggirkan.
Monday, November 2, 2015
pagi - morning
apakah keuntungan pagi dibandingkan malam jika bukan lebih banyak waktu untuk menutup hari?
---
what morning has more than the evening, but more time to close the day?
medan, 151103
---
what morning has more than the evening, but more time to close the day?
medan, 151103
Sunday, November 1, 2015
jangan korbankan orang lain demi mimpimu
suatu hari pak alim alim sekali berada di gerbang surga dan bertemu penunggunya di sana.
"apakah yang telah kau lakukan di dunia hingga kau pantas melewati gerbang ini wahai pak alim alim sekali?", tanya sang penunggu.
"aku telah berbuat kebaikan dan menghancurkan semua yang tidak sepaham dengan agama kita", jawab pak alim alim sekali.
"aku tak paham", kata sang penunggu,
"mimpi dan pengorbanan adalah teman seperjalanan, mereka berpisah hanya jika tujuan telah tercapai. terangkanlah padaku, demi yang maha mengerti, bagaimanakah mungkin engkau bermimpi untuk masuk surga sementara bukan engkau yang berkorban?"
"apakah yang telah kau lakukan di dunia hingga kau pantas melewati gerbang ini wahai pak alim alim sekali?", tanya sang penunggu.
"aku telah berbuat kebaikan dan menghancurkan semua yang tidak sepaham dengan agama kita", jawab pak alim alim sekali.
"aku tak paham", kata sang penunggu,
"mimpi dan pengorbanan adalah teman seperjalanan, mereka berpisah hanya jika tujuan telah tercapai. terangkanlah padaku, demi yang maha mengerti, bagaimanakah mungkin engkau bermimpi untuk masuk surga sementara bukan engkau yang berkorban?"
harus ada orang yang bisa disalahkan soal asap. karena itu keahlian kita semua, menyalahkan.
setelah kemarau ekstrim ini berlalu, hujan tak akan kita salahkan mengapa terlambat datang.
seharusnya kita mulai mengutuki hujan.
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150825_indonesia_kebakaranhutan
http://www.intelijen.co.id/jokowi-kambinghitamkan-rakyat-jadi-penyebab-kebakaran-hutan/
setelah kemarau ekstrim ini berlalu, hujan tak akan kita salahkan mengapa terlambat datang.
seharusnya kita mulai mengutuki hujan.
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150825_indonesia_kebakaranhutan
http://www.intelijen.co.id/jokowi-kambinghitamkan-rakyat-jadi-penyebab-kebakaran-hutan/
keadilan itu tidak sejalan dengan kebenaran
kebenaran sering pergi ke barat, lalu tenggelam bersama matahari karena keadilan menjegalnya saat mereka berjalan ke timur.
Aku Tidak Percaya Pada Tuhan - I do not believe in God.
aku tak percaya pada tuhan, setidaknya tidak pada tuhan yg dikatakan orang-orang.
tuhan yg mudah disogok dengan amal palsu karena rasa takut, bukan karena nilai yg dipercaya atau karena limpahan cinta.
tuhan yg mirip klub sepak bola dengan semua fans fanatik bin anarkis dan siap menendang wasit bila tak menang.
tuhan yg menyibukkan pengikutnya dengan hapalan bergumam bukan bersusah payah mendengarkan hatinya, bahkan kala suara tak terdengar lagi.
aku tak percaya pada tuhan yang penuh kasih dan pemurah dan penyayang karena tak kulihat itu di tingkah mereka yg menyembah tuhan.
entahlah entah tuhan yang tak kupercaya, atau manusianya. karena selama kita menjauhkan panggang dari api, selama itu pula tuhan sedang kita kentuti ..dan kita berharap dia tak tahu bahwa bau itu berasal dari pantat kita, toh kita sudah menutupinya dengan kamuflase asap yang jauh dari panggangan.
ealahh, entah bagaimana ceritanya, di hari yg semakin senja semakin tak kulihat lagi tuhan.
dulu aku percaya.
dulu kulihat tuhan menari bersama teman kecilku. dia tak pemaksa, dia bukan tuhan yg pemerkosa dan berlindung di seragam apapun.
dia membuat aku dan teman-temanku jatuh cinta karena dia teman bermain kami.
dia memberi kami cerita dan kue-kue di hari besar yg berganti-ganti.
kami tak takut pada neraka karena kami tak mengerti betapa mengerikannya tuhan yg dikatakan orang-orang dewasa yg sedang ketakutan itu.
aku melihat tuhan waktu itu, bagaimana tidak? tak satupun dari kami yg memanggang dengan asap dari kentut....tuuuut!
tuhan yg mudah disogok dengan amal palsu karena rasa takut, bukan karena nilai yg dipercaya atau karena limpahan cinta.
tuhan yg mirip klub sepak bola dengan semua fans fanatik bin anarkis dan siap menendang wasit bila tak menang.
tuhan yg menyibukkan pengikutnya dengan hapalan bergumam bukan bersusah payah mendengarkan hatinya, bahkan kala suara tak terdengar lagi.
aku tak percaya pada tuhan yang penuh kasih dan pemurah dan penyayang karena tak kulihat itu di tingkah mereka yg menyembah tuhan.
entahlah entah tuhan yang tak kupercaya, atau manusianya. karena selama kita menjauhkan panggang dari api, selama itu pula tuhan sedang kita kentuti ..dan kita berharap dia tak tahu bahwa bau itu berasal dari pantat kita, toh kita sudah menutupinya dengan kamuflase asap yang jauh dari panggangan.
ealahh, entah bagaimana ceritanya, di hari yg semakin senja semakin tak kulihat lagi tuhan.
dulu aku percaya.
dulu kulihat tuhan menari bersama teman kecilku. dia tak pemaksa, dia bukan tuhan yg pemerkosa dan berlindung di seragam apapun.
dia membuat aku dan teman-temanku jatuh cinta karena dia teman bermain kami.
dia memberi kami cerita dan kue-kue di hari besar yg berganti-ganti.
kami tak takut pada neraka karena kami tak mengerti betapa mengerikannya tuhan yg dikatakan orang-orang dewasa yg sedang ketakutan itu.
aku melihat tuhan waktu itu, bagaimana tidak? tak satupun dari kami yg memanggang dengan asap dari kentut....tuuuut!
Sumbangan yang Tulus dan Sumbangan Yang Palsu
Bill Gross, mantan bos Pimco, pengelola aset terbesar di jagat ini, mendirikan yayasan amal.
Saat diwawancarai Bloomberg mengapa dia mendonasikan jutaan dolar uangnya untuk orang lain, padahal dia bekerja keras untuk itu, Bill menjawab bahwa dia cukup beruntung dalam hidupnya, dan dia ingin orang yang tak begitu beruntung mendapat kesempatan hidup lebih baik. Titik! Period!
Semoga sumbangan-sumbangan sejenis semakin banyak, demi kemanusiaan, bukan demi terpilih jadi kepala daerah, demi masuk surga apalagi demi keangkuhan kita.
Karena ketiga demi terakhir tak satupun dilakukan dengan tulus, karena kita sebenarnya melakukan itu demi Dedemit!
---
Bill Gross, ex Pimco boss, one of the largest asset management company in the world, established a charity foundation.
In an interview with Bloomberg he questioned on why he donate millions of his money, earned from his hardwork for charity. Bill replied that he felt he had been fortunate in his life and he wanted to help those who were not fortunate enough to get a better life. Period!
Hopefully, many more would donate for humanity, not so as to be elected as politician, not for the hope of going to heaven, and certainly not for show offs.
The three early for would never based on sincere reason, but falseness, cause they always expect something in return.
Saat diwawancarai Bloomberg mengapa dia mendonasikan jutaan dolar uangnya untuk orang lain, padahal dia bekerja keras untuk itu, Bill menjawab bahwa dia cukup beruntung dalam hidupnya, dan dia ingin orang yang tak begitu beruntung mendapat kesempatan hidup lebih baik. Titik! Period!
Semoga sumbangan-sumbangan sejenis semakin banyak, demi kemanusiaan, bukan demi terpilih jadi kepala daerah, demi masuk surga apalagi demi keangkuhan kita.
Karena ketiga demi terakhir tak satupun dilakukan dengan tulus, karena kita sebenarnya melakukan itu demi Dedemit!
---
Bill Gross, ex Pimco boss, one of the largest asset management company in the world, established a charity foundation.
In an interview with Bloomberg he questioned on why he donate millions of his money, earned from his hardwork for charity. Bill replied that he felt he had been fortunate in his life and he wanted to help those who were not fortunate enough to get a better life. Period!
Hopefully, many more would donate for humanity, not so as to be elected as politician, not for the hope of going to heaven, and certainly not for show offs.
The three early for would never based on sincere reason, but falseness, cause they always expect something in return.
Tentang Blog Ini - About This Blog.
Dari dulu produsen kecap selalu mengatakan bahwa merek mereka adalah kecap nomor satu alias yang paling enak.
Jadi, jika semua mengaku sebagai yang nomor satu, lalu kecap mana yang nomor dua?
Tidak masuk akal! Jika ada yang nomor satu harusnya ada, dong, yang nomor dua!
Blog ini berusaha membicarakan hal-hal yang tidak masuk akal tadi sehingga lebih masuk akal, atau setidaknya terasa lebih benar.
---
About this blog: "kecapnomordua" or The Number Two Ketchup.
Ketchup producers keep saying that their only brand is the number one ketchup, the best taste ketchup.
So, if everyone claims to be the number one, which ketchup is number two?
It does not make any sense! If there is number one on the list, there should be number two!
This Blog tries to make sense all the nonsense, or at least to make us feel there is an angle to understand an issue.
Subscribe to:
Comments (Atom)