Thursday, November 5, 2015

ego dan gunung tertinggi di dunia

wkwkwkk....lucu sekali, kita semua ni tidak tau apa-apa sebenarnya. puncak tertinggi di dunia tak diukur dari dasar lautan.

tapi untuk mulai makan sebelum (benar-benar) lapar dan berhenti sebelum (benar-benar) kenyang, memang sesulit mengendalikan diri untuk tidak memaksakan pendapat.

ini masalah ego. tapi begitulah. orang lain pun tak lebih baek daripada awak. kek gitulah cara awak membela diri. ego lagi.

medan 151106

Wednesday, November 4, 2015

dumb pigheaded and easily gets mad

try not to stare at the sky when passing hundreds of people who stare at the sky.....

just try not to, even though they staring and whispering, "there's nothing up there, ....there's nothing up there, .....there's nothing up there."


i bet the question you'd pop would sound like this: "what is it? what is up there?",  staring at the sky.

still, we'd like to get some clarification, asking,"what is it, really, but, there's nothing up there?"


---
leave some doubt that we are dead right, then we might become a philosopher who keeps questioning everything certain or at least we might not becoming somebody who is pigheaded, dumb and easily gets mad.

...then we might start listen to others.

orang dungu, degil dan selalu benar

coba saja tidak melihat ke langit waktu melewati seratus orang yang semua menatap ke langit....

coba saja, walau mereka menatap ke langit sambil bergumam, " tidak ada apa-apa di sana,.... tidak ada apa-apa di sana, ....tidak ada apa-apa di sana."

taruhan, pertanyaan yang akan kita ajukan adalah: "ada apa? ada apa di sana?", sambil ikut menatap ke langit.

lalu kita akan bertanya untuk menegaskan, "ada apa sebenarnya, kan tidak ada apa-apa di sana?"
--
sisakan sedikit keraguan bahwa kita ini pasti benar, lalu mungkin, kita bisa jadi ahli filsafat yang selalu bertanya atau setidaknya tidak jadi orang yang degil dan dungu dan gampang marah.

..lalu kita mungkin bisa mulai mencoba mendengarkan orang lain.



Tuesday, November 3, 2015

dari awal kita sudah tahu akhir cerita sedih.

di sudut, oh, bukan di tepi jalan...

begitu biasanya cerita dimulai untuk menunjukkan keterasingan atau sesuatu yang dipinggirkan.

Monday, November 2, 2015

pagi - morning

apakah keuntungan pagi dibandingkan malam jika bukan lebih banyak waktu untuk menutup hari?

---

what morning has more than the evening, but more time to close the day?


medan, 151103

Sunday, November 1, 2015

jangan korbankan orang lain demi mimpimu

suatu hari pak alim alim sekali berada di gerbang surga dan bertemu penunggunya di sana.

"apakah yang telah kau lakukan di dunia hingga kau pantas melewati gerbang ini wahai pak alim alim sekali?", tanya sang penunggu.

"aku telah berbuat kebaikan dan menghancurkan semua yang tidak sepaham dengan agama kita", jawab pak alim alim sekali.

"aku tak paham", kata sang penunggu,

"mimpi dan pengorbanan adalah teman seperjalanan, mereka berpisah hanya jika tujuan telah tercapai. terangkanlah padaku, demi yang maha mengerti, bagaimanakah mungkin engkau bermimpi untuk masuk surga sementara bukan engkau yang berkorban?"
harus ada orang yang bisa disalahkan soal asap. karena itu keahlian kita semua, menyalahkan.

setelah kemarau ekstrim ini berlalu, hujan tak akan kita salahkan mengapa terlambat datang.

seharusnya kita mulai mengutuki hujan.


http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150825_indonesia_kebakaranhutan

http://www.intelijen.co.id/jokowi-kambinghitamkan-rakyat-jadi-penyebab-kebakaran-hutan/